About

Pages

Showing posts with label SKI. Show all posts
Showing posts with label SKI. Show all posts

Friday, January 22, 2016

RANGKUMAN KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB SKI VI SEMESTER II

KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB

Nama asli : Haidar bin Abi Thalib
Lahir         : Makkah, 13 Rajab, 10 tahun sebelum kenabian (600 M)
Nama Istri : Fatimah Azzahra
Nama Anak : Hasan dan Husain
Nama Ayah : Abi Thalib
Nama Ibu : Fatimah binti As'ad bin Hasyim
Gelar        : Karomallahu Wajhah
Termasuk golongan Assabiqunal Awwalun yang artinya orang - orang yang pertama masuk Islam
Mendapat pedang warisan dari Rasulullah pedang Zulfaqor
Wafat       : 21 Ramadhan 40 H (661 M)

Jasa - jasa Ali bin Abi Thalib sebelum menjadi Khalifah:
  • Menggantikan tidur di tempat tidur Rasulullah, ketika kafir Quraisy hendak membunuh Rasulullah atau disebut Fida'
  • Mengikuti perang Uhud
  • Mengikuti perang Badar
  • Mengikutiperang Khandaq
Jasa - jasa Ali bin Abi Thalib saat menjadi Khalifah :
  • Memindahkan ibu kota pemerintahan dari kota Madinah ke kota Kufah
  • Mengganti pepara pejabat yang di angkat khalifah Usman bin Affan
  • Mengembalikan tanah yang *di berikan Khalifah Usamn  kepada kerabatnya tanpa jelas
  • Memberikan tunjangan kepada fakir miskin dari baitul mal
  • Mengembangkan ilmu Qira'at (bacaan Al Qur'an), Hafalan Al Qur'an, Tafsir, Fiqih, Hadist, dan Bahasa ( Nahwiyah)
Khalifa Ali bin Abi Thalib wafat karena di bunuh oleh Abdurrahman bin Muljam dari golongan Khawarij yang artinya " keluar ". pada tanggal 19 Ramadhan 40 H saat shalat subuh di masjid kota Kufah. Khalifah Ali kemudian menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan40 H. pada usia 63 tahun.
Salsa dan Azza

Sunday, May 31, 2015

PERISTIWA FATHU MAKKAH

Fathu Makkah berasal dari bahasa Arab yakni Fataha dan Makkah, Fataha artinya membuka sedangkan Makkah adalah kota suci umat Islam dan juga tempat dimana Rasulullah SAW di lahirkan. Jadi Fathu Makkah dapat di artikan pembukaan atau pembebasan  kota Makkah.Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Ramadhan 8 Hijriah (630 M)

A. Sebab - sebab terjadinya Fathu Makkah

Peristiwa Fathu Makkah tidak terlepas dari adanya perjanjian hudaibiyah, baca Perjanjian Hudaibiyah namun perjanjian tersebut di ciderai oleh ulah dari bani Bakar yang menyerang dan membunuh bani khuza'ah. Ada 20 orang laki - laki yang menjadi korban dalam penyerangan tersebut.

Segera setelah kejadian penyerangan tersebut, Amr bin Salim  bersama 40 orang pasukan berkuda menemui Rasulullah SAW ke Madinah untuk menceritakan kejadian tersebut. mendengar cerita dari bani Khuza'ah, Rasulullah SAW kemudian mengirim utusan untuk memberikan tiga pilihan kepada kaum Quraisy di Makkah, yaitu :

1. Kaum Quraisy membayar diyat atau denda kepada keluarga korban.
2. Mengutuk perbuatan bani Bakar yang telah menyerang dan membunuh bani Khuza'ah
3. Membatalkan perjanjian Hudaibiyah yang berti peperangan

Kaum Quraisy kemudian memilih poin ketiga yang berti menyetujui adanya peperangan, namun akhirnya mereka menyesali atas pilihan tersebut. Karena itu kaum Quraisy mengutus Abu Sufyan bin Harb ke Madinah untuk memperbarui perjanjian. Namun usahanya sia - sia karena Rasulullah SAW menolajnya.

B. Urutan Peristiwa Fathu Makkah

Rasulullah SAW memerintahkan pasukan untuk mempersiapkan menyerang kota Makkah dengan tiba - tiba dan rahasia, namun salah satu sahabat Rasulullah SAW yang bernama Hatib bin Abi Baltha'ah mengirim surat kepada kaum Quraisy tentang penyerangan kaum Muslim ke Makkah. Ia mengirim surat melalui seorang wanita. Namun usaha Hatib bin Abi Baltha'ah diketahui oleh Rasulullah SAW, Rasulullah SAW kemudian memerintahkan Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mengambil surat tersebut.

Rasulullah bersama pasukannya kemudian bergerak menuju Makkah, Setelah beliau sampai disuatu tempat yang bernama Marru Zahran, beliau memerintahkan pasukan untuk beristirahat. Abu Sufyan yang gagal memperbarui perjanjian datang lagi menemui Rasulullah SAW, untuk berunding dan menyatakan masuk Islam. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: barang siapa yang datang kerumah Abu Sufyan dia selamat, barang siapa yang menutup pintunya rapat - rapat dia selamat, dan barang siapa yang masuk masjidil haram dia selamat.

Pada tanggal 17 Ramadhan Rosulullah meninggalkan Marru Zahran dan melanjutkan perjalanannya, sesampainya di suatu tempat bernama Dzi Tuwa, Rasulullah kemudian membagi pasukan, Khalid bin Walid di perintahkan untuk memimpin pasukan dari sayap kanan melalui dataran rendah, sedangkan Zubair bin Awwam diperintahkan memimpin pasukan dari sayap kiri melalui dataran tinggi, sempat ada perlawanan sedikit dari kaum Quraisy yang di pimpin Ikrima.namun Khalid bin Walid bersamapasukannya berhasil mengalahkannya.

Rasulullah memasuki kota makkah dan membacakan surat Al Fath ayat 1 yang artinya : " Sesungguhnya kami memberikan kepadamu kemenangan yang nyata". beliau kemudian Thawaf dan menghancurkan berhala - berhala yang ada di sekeliling ka'bah. saat itu Rasulullah membaca surat Al Isra' ayat 81yang artinya: "  " yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap, sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti akan lenyap". dan Surat Saba' ayat 49 yang artinya : "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula )akan mengulangi".




Monday, April 13, 2015

HAJI WADA’ ( HAJI PERPISAHAN )

HAJI WADA’ ( HAJI PERPISAHAN )
Haji Wada’ artinya haji perpisahan terjadi pada hari Sabtu 25 Dzulqa’dah 10 H, Rasulullah melaksanakan ibadah haji yang di ikuti 124.000 kaum muslimin. Ditandai turunnya surat Al Maida : 3. Rasulullah menyampaikan khutbah di padang arafah, dan beliau berdiri di jabal Rahmah menjelang Dzuhur, Bilal bin Rabbah mengulangi kalimat – kalimat Rasulullah, Rasulullah berwasiat : “ Perhatikan dengan seksamayang aku sampaikan kepadamu, sebab mungkin saja hari ini adlah terakhir kali pertemuanku dengan kalian semua di tempat ini. Jika kaliansemua takut kepada Allah Swt. Dan mentaati Allah Swt dia akan  memelihara keselamatan hidupmu, harta bendamu, dan kehormatanmu sampai tiba saatnyadia kembali kepada-Nya”
Adapaun pesan terakhir Rasulullah adalah :
1.      Tetaplah mendirikan dan memelihara Shalat
2.      Jangan pernah meninggalkan Al Qur’an dan As Sunnah

3.      Janganlah memberlakukan Riba’

FATHU MAKKAH

FATHU MAKKAH
Pembebasan Mekkah (bahasa Arab: فتح مكة, Fathu Makkah) fataha : pembukaan / pembebasan, makkah : kota makkah. merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 M tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.
penyebab terjadinya fathu makkah adalah karena bani Bakr menyerang dan membunuh 20 orang laki-laki dari bani Khuza’ah di Al Watir, kemudian beberapa Bani Khuzaah melarikan diri kek kota Makkkah dan berlindung kepada keluarga Budail bin Warqa,dan kemudian Amr bin Salim menceritakannya kepada Rasulullah SAW yang berada di Madinah. Mendengar kejadian tersebut Rasulullah SAW. Segera mengirim utusan kepada kafir Quraisy untuk memberikan pilihan, yang isinya:
1.      Kaum Quraisy membayar diyat ( denda ) bagi keluarga korban yang terbunuh
2.      Mengutuk perbuatan Bani Bakar yang menyerang Bani Khuza’ah
3.      Membatalkan perjanjian Hudaibiyah yang berarti peperangan
Atas pilihan tersebut kaum Quraisy memilih membatalkan perjian Hudaibiyah dan memilih peperangan, namun mereka menyesal, kemudian mengutus Abu Sufyan untuk memperbarui perjanjian Hudaibiyah, namun Rasulullah SAW menolaknya.
Tanggal 10 Ramadan 8 H, Nabi Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kota Madinah diwakilkannya kepada Abu Ruhm Al-Ghifary.
Saat di Marru Zahran Abu sufyan menemui Rasulullah dan menyatakan masuk Islam, Rasulullah kemudian memberikan syarat apabila kafir Quraisy ingin selamat yaitu :
1.      Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan dia selamat
2.      Barang siapa yang menutup pintunya rapat – rapat dia selamat
3.      Barang siapa yang berada di Masjidil Haram dia selamat
Ketika sampai di Dzu Thuwa, Rasulullah membagi pasukannya, yang terdiri dari 3 bagian, yaitu
Khalid bin Walid memimpin pasukan untuk memasuki Mekkah dari bagian bawah,
Zubair bin Awwam memimpin pasukan memasuki Mekkah bagian atas dari bukit Kada', dan menegakkan bendera di Al-Hajun,
Abu Ubaidah bin al-Jarrah memimpin pasukan dari tengah lembah hingga sampai ke Mekkah.

Dari Al-Hajun Nabi Muhammad memasuki Mesjid Al-Haram dengan dikelilingi kaum Muhajirin dan Anshar. Setelah thawaf mengelilingi Ka'bah, Nabi Muhammad mulai menghancurkan berhala dan membersihkan Ka'bah. Dan selesailah pembebasan Mekkah.

Perjanjian Hudaibiyyah

Perjanjian Hudaibiyyah
(Arab:صلح الحديبية) adalah sebuah perjanjian yang di adakan di sebuah tempat di antara Madinah dan Mekkah pada bulan Maret 628 M (Dzulqaidah, 6 H). menurut riwayat Muslim, penulis perjanjian hudaibiyah ialah Ali bin Abi Thalib. Kafir Quraisy di wakili Suhail bin Amru.
 Isi perjanjian hudaibiyah adalah sebagai berikut :
1.      Tidak ada serang menyerang selama 10 tahun
2.      Tiap orang lari dari Mekah menuju Madinah, harus dikembalikan ke Mekah kepada kaum Quraisy
3.      Tiap orang yang lari dari Madinah menuju Mekah tidak harus dikembalikan ke Madinah
4.      Kaum Muslimin tahun ini harus kembali ke Madinah, tidak boleh terus ke Mekah untuk melakukan ibadah haji
5.      Di tahun depan kaum muslimin boleh memasuki Mekah untuk berhaji, tetapi tidak boleh tinggal di Mekah lebih dari 3 hari, tidak boleh membawa senjata, hanya boleh membawa pedang dalam sarungnya.
Manfaat Hudaibiyah bagi kaum Muslim adalah :
1.    Bebas dalam menunaikan agama Islam
2.    Tidak ada teror dari Quraisy
3.    Mengajak kerajaan-kerajaan luar seperti Ethiopia-afrika untuk masuk Islam
Dalam perjanjian Hudaibiyah Bani Khuza’ah bergabung dengan Rasulullah SAW (umat Islam) sedangkan bani Bakr bergabung dengan kafir Quraisy.
Baitur Ridwan adalah janji setia ( Bai’at ) kepada Rasulullah di bawah sebuah pohon yang terletak di Hudaibiyah dan di ikuti 1400 orang.